Ingin Berkendara dengan Aman dan Nyaman ? ADAS Hyundai dapat menjadi Solusinya
Teknologi canggih ADAS Hyundai Dalam berkendara
Apakah itu ADAS Hyundai ?
Mungkin pertanyaan tersebut yang pertama kali dibayangkan ketika mendengar bahwa berkendara dengan aman dan nyaman dapat dicapai apabila mobil menggunakan teknologi ADAS oleh Hyundai. Keamanan berkendara menjasi prioritas utama semua orang dalam menggunakan kendaraan. Selain itu kenyamanan juga diprioritaskan pada saat berkendara. Sehingga keamanan dan kenyamanan berkendara menjadi faktor utama seseorang dalam memilih mobil.
Advanced Driver Assistance System atau yang sering disebut ADAS adalah teknologi yang dikembangkan oleh Hyundai sebagai pencegah kecelakaan dan juga untuk kenyamanan pengendara dengan memiliki berbagai fitur. ADAS juga dapat dipahami sebagai “SMART ASSISTANT FOR SAFER DRIVING” yang berarti ADAS sebagai asistent cerdas untuk berkendara yang lebih aman karena sudah terintegrasi (terhubung) dengan teknologi cerdas atau integrate intelligent technologies. Jadi yang dimaksud dengan ADAS adalah sebuat asistent yang dapat berfikir dengan kecerdasan buatan sehingga dapat menjalankan main produk secara otomatis sehingga terciptanya keamanan dan kenyamanan pada saat mengemudi.
Bagaimana caranya agar saat berkendara dapat aman dan nyaman?
Dalam teknologi ADAS, Hyundai mengkombinasikan ketiga fitur yaitu Steering System, Mobis Lamps dan Electronic Brake System. Dengan mengkombinasikan hal tersebut maka didapatkanlah keamanan serta kenyamanan pada saat berkendara. Maka dalam ADAS terdapat main produk yaitu LKAS (Lane Keeping Assist System), SCC (Smart Cruise Control), AEB (Pengereman Darurat Autonomous), AEB (Pengereman Darurat Autonomous) dan Parkir Otomatis. Main produk tersebut merupakan hasil dari kombinasi ketiga fitur sehingga dihasilkannya produk dalam teknologi ADAS. Teknologi tersebut yaitu :
a. LKAS (Lane Keeping Assist System)
LKAS merupakan suatu sistem yang membantu kendaraan untuk tetap berada di jalur yang tepat dengan cara mengendalikan setir ketika pengemudi mulai atau kemungkinan akan keluar dari jalur secara tidak sengaja karena suatu hal (misalnya mengemudi mengantuk).
b. SCC (Smart Cruise Control)
SCC merupakan suatu sistem yang memungkinkan kendaraan untuk mempertahankan jarak tertentu dari kendaraan (didepan) dengan mendeteksi menggunakan radar dan secara otomatis akan mengendalikan akselerasi dan perlambatan sehingga terhindar dari tabrakan.
c. AEB (Autonomous Emergency Braking)
AEB merupakan suatu sistem keamanan yang memungkinkan kendaraan untuk menghindari kecelakaan dengan kendaraan (didepan) maupun pejalan kaki dengan menggunakan radar serta kamera.
d. HDA (Highway Driving Assist)
HDA merupakan sebuah sistem yang membantu dalam mengemudi di jalan raya (agar tetap berada di dalam jalur dan mempertahankan izin) dengan meminimalkan intervensi manusia.
e. Auto Parking
Auto Parking merupakan suatu sistem yang mencari ruang parkir yang kosong melalui sensor dan kemudian menghitung rute optimal untuk memarkirkan kendaraan dalam di ruang tersebut, kendaraan akan memarkirkan kendaraan secara otomatis (mengendalikan setir).
Waw.... Kapan ya diluncurkannya mobil berteknologi ADAS ?
Berdasarkan www.businesswire.com dalam kemitraan Velodyne dan Hyundai Mobis akan meluncurkan atau mengkomersilkan sistem lidar pertama mereka untuk ADAS pada tahun 2021 dengan produksi massal untuk pasar Asia. Mereka mendahulukan pasar Asia sebagai langkah awal ekspansi untuk membuat mobil di amerika utara dan eropa. Pada awalnya sistem lidar baru akan dilengkapi dengan teknologi kamera dan radar untuk memberikan bantuan kepada pengemudi dan keselamatan kendaraan yang canggih.
Menurut www.inkwoodresearch.com secara geografis, pasar sistem ADAS dibagi lima wilayah utama dengan rentang waktu 2020 - 2028, yang meliputi:
Amerika Utara : Amerika Serikat dan Kanada
Eropa : Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Rusia, Belgia, Polandia, dan Sisa Eropa
Asia Pasifik : Cina, Jepang, India, Korea Selatan, Indonesia, Thailand, Vietnam, Australia & Selandia Baru, dan Sisa dari Asia Pasifik
Amerika Latin : Brasil, Meksiko, Argentina, dan Sisa dari Amerika Latin
Timur Tengah & Afrika : Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Sisa Timur Tengah & Afrika
Jadi sabar ditunggu rilisnya diindonesia..
Untuk lebih memahami tentang ADAS maka perlu pula mengetahui bahkan memahami tentang komponen komponen yang digunakan dalam ADAS. Komponen yang digunakan dalam ADAS sudah terintegrasi dengan teknologi kecerdasan sehingga dapat melakukan langkah antisipasi maupun langkah langkah yang diperlukan secara mandiri atau dapat disebut sebagai asistent tanpa perlu adanya perintah baik secara suara maupun tombol. Komponen komponen tersebut yaitu :.
1. Camera Monitoring System (CMS)
adalah alat yeng digunakan sebagai alternatif untuk cermin konvensional karena efektif dalam menemukan titik-titik buta dan juga CMS membantu dalam meningkatkan efisiensi bahan bakar. CMS juga mendukung mode multi-view untuk tampilan yang lebih luas dari area sekitarnya dan dilengkapi dengan fungsi penyesuaian kecerahan otomatis. Dengan sistem pemantauan kamera High Dynamic Range (HDR) resolusi tinggi semakin menggantikan atau melengkapi cermin pada kendaraan untuk menghilangkan titik-titik buta. Selain itu sistem tersebut juga menyediakan gambar yang jernih di layar, CMSOBIS menawarkan desain aerodinamis selain mengurangi konsumsi bahan bakar.
2. DMS (Driver Monitoring System)
adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi perilaku pengemudi yang berbahaya seperti gangguan maupun mengantuk. DMS secara akurat akan mendeteksi dan mengklasifikasikan kondisi pengemudi dengan melacak pandangan mata dan mengenali fitur wajah. Dengan hal tersebut, DMS akan dapat memperingatkan pengemudi ketika pengemudi menjadi kurang perhatian karena gangguan atau kantuk. Ketika terdapat gangguan maka DMS akan memperkirakan pandangan dan posisi kepala pengemudi beserta arahnya serta mengukur lama waktu pengemudi memalingkan pandangan dari jalan sehingga dilakukan penanganan.Kemudian saat mengantuk maka DMS akan memantau kondisi kelopak mata untuk mendeteksi kantuk dan mengaktifkan fungsi visual (audio alarm) dan getaran saat kelopak mata terkulai. Dan pada saat mengidentifikasi pengemudi maka akan dilakukan konfigurasi berbagai pengaturan yang dipersonalisasi driver serta memuat pengaturan yang dipersonalisasi menggunakan pengenalan wajah. Dalam hal ini ditur ini dapat dikatakan sebagai Departed Driver Rescue & Exit Maneuver (DDREM).
DDREM akan mendeteksi kondisi kritis seperti ketika pengemudi tidak dapat mengendarai kendaraan karena kantuk atau perubahan kondisi kesehatan yang mendadak. Apabila setelah dilakukan terdeteksi ditemukannya kondisi kritis maka DDREM akan melakukan penyelamatan otomatis dengan melakukan manuver keluar untuk memindahkan kendaraan kendaraan ke tempat yang aman dan mencegah kecelakaan.
3.Long Range (Ultrasonic Sensor)
adalah sensor ultrasonik jarak jauh yang akan mengirimkan impuls jarak untuk mendeteksi rintangan dan memperingatkan pengemudi. Dengan mengirimkan impuls ultrasonik maka akan dilakukan penghitungan serta mengukur jarak dari kendaraan ke objek. Ketika terdapat bahaya seperti tabrakan, sistem akan segera mengirimkan peringatan visual atau suara kepada pengemudi.
4.Identity Authentication Unit (IAU)
adalah alat yang memungkinkan untuk mengidentifikasi dan mengizinkan akses dari kendaraan ke pengemudi menggunakan informasi ponsel pintar atau biometrik. Dengan adanya IAU pengemudi dapat membuka atau menutup mobil dan menyalakan mesin melalui kunci virtual. Alat ini juga memungkinkan personalisasi sesuai dengan pengaturan oleh pengemudi seperti penyesuaian otomatis spion samping dan kursi.
5. Integrated Body Control Unit (IBU)
adalah ECU yang terintegrasi untuk mengawasi dan mengontrol berbagai fungsi komponen ADAS kendaraan. Alat tersebut dilengkapi dengan antena PCB, body control module (BCM), smart key system (SMK), and tire pressure monitoring system (TPMS).
6. Parking Domain Control Unit
adalah alat yang digunakan untuk membantu parkir otomatis dan menghindari tabrakan pada sisi belakang.
Dengan Low-Voltage Differential Signal (LVDS) dan dukungan kamera Ethernet, sistem ini secara efektif mengukur ruang parkir dan mendeteksi objek selama parkir untuk mencegah tabrakan. Ketika suatu objek terdeteksi, sistem pengereman otomatis belakang segera diaktifkan untuk mengurangi terjadinya tabrakan baik terhadap objek mati maupun makhluk hidup.
7. Multi Function Camera (MFC)
Adalah alat yang digunakan untuk merasakan lingkungan atau keadaan di depan kendaraan untuk Driver Assistance System (DAS) or autonomous driving. MFC akan menampilkan resolusi 1,7 Mega Pixel dengan bidang pandang 100 ° (FOV), sistem ini menggabungkan pembelajaran mendalam dan teknologi pendeteksian batas jalur serta batas geometri jalan untuk penilaian.
8. Surround View Monitor (SVM)
adalah Displays a real-time, 360° view of the vehicle by combining images taken from cameras on all four sides. SVM akan memberikan pandangan pada kendaraan dari atas dengan menggabungkan gambar dari keempat sisi menjadi tampilan yang mulus. Dengan tampilan tersebut memungkinkan pengemudi untuk memiliki kesadaran (penglihatan) yang meningkat terhadap lingkungan kendaraan. Gambar 2D atau 3D yang ditampilkan pada monitor memungkinkan kalibrasi otomatis selama mengemudi dan parkir, dan juga mendukung fitur keselamatan ADAS termasuk deteksi objek dan mengemudi secara otonom. MOBIS SVM mendukung berbagai mode tampilan sesuai dengan kebutuhan pengemudi.
9. Connectivity Control Unit (CCU)
adalah alat yang digunakan untuk mengawasi seluruh proses komunikasi di dalam dan di luar kendaraan termasuk konektivitas unit kendaraan dan komunikasi dengan kendaraan lain serta pusat data. Dengan konektivitas kendaraan yang terintegrasi membuat koneksi antara unit kontrol kendaraan dan pusat data untuk memungkinkan komunikasi. Dalam CCU terdapat fitur keamanan canggih, mendukung CAN / Ethernet Gateway, V2X, telematika, modem / eCall, dan komunikasi over-the-air (OTA). CCU akan mengumpulkan data kendaraan untuk memantau kondisi teknis kendaraan melalui telematika dan memberikan bantuan kepada pengemudi dalam keadaan darurat seperti saat terjadinya kecelakaan. Semua informasi kendaraan diamankan melalui solusi keamanan canggih.
10. Camera u
adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan menunjukkan titik-titik buta di belakang kendaraan untuk memperingatkan pengemudi atau mengambil tindakan darurat.
adalah sensor yang akan mengirimkan impuls ultrasonik selama parkir atau kecepatan rendah untuk mendeteksi rintangan dan mengingatkan pengemudi.
12 & 13. Mid-Range Radar dan Short-Range Radar
Sistem radar canggih digunakan untuk mendeteksi dan membedakan objek dari semua sisi kendaraan dengan presisi. Radar tersebut didukung oleh array virtual MIMO, bandwidth lebar dan teknologi resolusi tinggi, radar MOBIS memungkinkan operasi multi-mode yang andal. Radar tersebut dibagi menjadi 2 yaitu Mid-Range Radar dan Short-Range Radar. Mid-Range Radar adalah radar pendeteksi jarak menengah dan menghitung jarak lateral serta kecepatan rintangan di depan. Short-Range Radar adalah radar pendeteksi jarak pendek dan mengidentifikasi objek dalam jarak dekat seperti mobil lain untuk mencegah benturan.
Cukup sekian artikel yang dapat saya sampaikan, karena manusia merupakah makhluk yang tidak dapat terhindar dari salah dan lupa, maka saya meminta maaf apabila terdapat kesalahan. Untuk pembahasan yang lebih mendalam tentang main produk ADAS Hyundai akan saya bahas lain waktu. See you next time.
Salam Otomotif....
Semangat Sinergis....
Oh iya lupa hhe..hhe....
bagi yang ingin menonton main produk dapat lihat video pada link berikut dan admin tidak bermaksud promosi maupun semacamnya, blog ini hanya akan saling berbagi pengetahuan.
https://youtu.be/22ZUKZ6-rGU
https://youtu.be/3H7XQJG-x_U
https://youtu.be/pv834jxp3nI
https://youtu.be/Hh_-LN-4l3Q
https://youtu.be/HWpnDZbVPNE































Komentar
Posting Komentar